KUDUS - Semangat baru tertanam di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kudus. Pada Sabtu (25/04), tim yang didedikasikan untuk program kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melakukan sebuah perjalanan edukatif yang penuh harapan. Mereka bertandang ke pusat budidaya melon hidroponik di Desa Besito, Kabupaten Kudus, sebuah langkah strategis yang dirancang untuk merajut masa depan yang lebih cerah bagi para WBP.
Kunjungan ini bukan sekadar melihat-lihat, melainkan sebuah misi mendalam untuk menyerap ilmu langsung dari para pakar. Tim Rutan Kudus mengamati dengan saksama setiap detail pengelolaan greenhouse. Mulai dari pemilihan bibit melon yang paling berkualitas, hingga proses perawatan tanaman yang teliti, semuanya menjadi bahan pembelajaran berharga. Saya membayangkan betapa antusiasnya mereka menyaksikan langsung bagaimana teknologi modern bisa mengubah lahan menjadi sumber produktivitas.
Fokus utama tak hanya pada aspek fisik tanaman. Tim juga mendalami pengaturan komposisi nutrisi yang pas untuk pertumbuhan optimal, sistem pengairan otomatis yang efisien, bahkan teknik pengendalian hama yang ramah lingkungan. Pengelolaan suhu dan kelembapan di dalam greenhouse menjadi kunci penting, memastikan setiap buah melon yang dihasilkan memiliki cita rasa manis dan kualitas terbaik. Pengalaman ini tentu membuka mata dan pikiran tentang potensi besar yang bisa digali dari pertanian modern.
Rifqi Nabris, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan (PLT) Rutan Kudus, mengungkapkan tujuan mulia di balik studi banding ini.

David Fernanda Putra